Senin, 18 Februari 2019

PERNIAGAAN YANG MENGUNTUNGKAN

Oleh Taufiq Hidayat Siregar, M.Pd

Diantara kebiasaan manusia adalah berniaga sebagai cara untuk mempertahankan hidup bahkan sebagian kalangan menjadikannya sebagai hobbi. Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga suka berniaga, tetapi perniagannya dilakukan dengan orang - orang yang beriman kepadaNya.
Allah berfirman:
 إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (١۱۱) التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (۱۱٢) (التوبة : ١۱۱-۱۱٢)


Jumat, 09 Juni 2017

Minggu, 04 Juni 2017

MARI BELAJAR ILMU SYAR'I

MARI BELAJAR ILMU SYAR'I

Oleh :Taufiq Hidayat Siregar, S.Pd.I, M.Pd

Sobat muslim sekalian, menuntut Ilmu syar'i merupakan kewajiban bagi setiap muslim dimanapun dia berada, kewajiban tersebut berlaku untuk setiap muslim yang telah dibebankan kewajiban menjalankan syariat Islam.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menegaskan dalam sebuah hadits shahih tentang kewajiban ini, Beliau bersabda :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224).

Kewajiban yang ditujukan kepada setiap individu (fardhu ain) dalam mempelajarinya adalah ilmu agama yang tidak boleh tidak diketahui oleh setiap muslim, jika tidak dipelajari maka dapat menjerumuskannya kedalam kekufuran, kesyirikan, bid'ah, dosa besar maupun dosa kecil; seperti mempelajari rukun iman, rukun Islam, ilmu tentang shalat yang benar sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, mengetahui kewajiban zakat dan cara menunaikannya, cara membaca Alquran dangan baik, dan lain-lain yang berhubungan langsung dengan ibadah yang wajib ditunaikan seorang muslim.

Adapun ilmu tentang bahasa Arab, cara menentukan derajat hadits, dan hal-hal yang tidak bersentuhan langsung dengan amalan wajib maka kewajiban mempelajarinya berlaku secara umum (fardhu kifayah), pembagian kewajiban ini bukan sebagai alasan untuk mencukupkan diri dengan ilmu yang fardhu 'ain dalam menuntutnya, karena ilmu syar'i baik yang fardhu 'ain maupun fardhu kifayah dalam mempelajarinya memiliki keutamaan yang sangat banyak, sehingga merupakan kerugian besar dalam meninggalkannya.

Ibnul Qayyim dalam kitabnya yang berjudul "Miftaahu Daari as-Sa'aadah" menyebutkan sebanyak 129 keutamaan ilmu syar'i dan orang yang memilikinya, diantara keutamaan tersebut adalah :

1. Allah Subhanahu Wa Ta'ala menginginkan kebaikan bagi orang yang berilmu.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
Artinya: “Barangsiapa dikehendaki Allah (mendapat) kebaikan, maka akan dipahamkan ia dalam (masalah) agama.” (HR. Bukhari No. 71 dan Muslim No.1037).

2. Allah  Subhanahu Wa Ta'ala mudahkan baginya jalan menuju surga.
وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ:وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (H.R Muslim)

3. Menjadi pewaris Nabi  Shallallahu 'Alaihi Wasallam .

MARHABAN YAA RAMADHAN

 MARHABAN YAA RAMADHAN

مرحبا يا رمضان

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang dengan rahmatNya kita masih diberikannya kesempatan untuk menyambut tamu mulia yang membawa berjuta berkah untuk setiap hamba yang mencari keridhoan Allah Subhanahu Wa Ta'ala di dalamnya.

Ramadhan ibarat tamu mulia yang jika kita memuliaknnya, kita akan mendapat kemuliaan dari Dzat yang Maha Mulia yang mengutusnya, memuliakan Ramadhan tentunya bukan hanya dengan perasaan gembira saja, atau bahkan dengan cara yang keliru dengan membuang-buang harta melakukan ritual yang tidak ada petunjuknya dari sang Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.

Karena Beliau pernah mengingatkan kita, bahwa orang yang melakukan amal ibadah yang tidak pernah diajarkan beliau akan ditolak amalannya itu, Beliau bersabda :
من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد (رواه البخاري و مسلم)

Barangsiapa yang membuat perkara baru dalam agama ini yang tidak ada perintahnya dari kami, maka hal itu tertolak”(HR. Bukhori; Muslim)
Dalam riwayat lain berbunyi:
من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد (رواه مسلم)
“Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka perbuatan tersebut tertolak” (HR. Muslim).

Dalil-dalil tersebut merupakan peringatan keras bagi setiap muslim untuk menjaga keotentikan ajaran Islam, jangan sampai sekali-kali merubah ajaran Islam walau dengan niat yang baik.

Marilah kita menyambut dan menjalani hari-hari dalam bulan Ramadhan ini dengan amal Shaleh yang sesuai dengan petunjuk Allah  Subhanahu Wa Ta'ala dan Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.

Marbau, 10 Ramadhan 1438 H

PERNIAGAAN YANG MENGUNTUNGKAN

Oleh Taufiq Hidayat Siregar, M.Pd Diantara kebiasaan manusia adalah berniaga sebagai cara untuk mempertahankan hidup bahkan sebagian k...