MARI BELAJAR ILMU SYAR'I
Oleh :Taufiq Hidayat Siregar, S.Pd.I, M.Pd
Sobat muslim sekalian, menuntut Ilmu syar'i merupakan kewajiban bagi setiap muslim dimanapun dia berada, kewajiban tersebut berlaku untuk setiap muslim yang telah dibebankan kewajiban menjalankan syariat Islam.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menegaskan dalam sebuah hadits shahih tentang kewajiban ini, Beliau bersabda :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224).
Kewajiban yang ditujukan kepada setiap individu (fardhu ain) dalam mempelajarinya adalah ilmu agama yang tidak boleh tidak diketahui oleh setiap muslim, jika tidak dipelajari maka dapat menjerumuskannya kedalam kekufuran, kesyirikan, bid'ah, dosa besar maupun dosa kecil; seperti mempelajari rukun iman, rukun Islam, ilmu tentang shalat yang benar sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, mengetahui kewajiban zakat dan cara menunaikannya, cara membaca Alquran dangan baik, dan lain-lain yang berhubungan langsung dengan ibadah yang wajib ditunaikan seorang muslim.
Adapun ilmu tentang bahasa Arab, cara menentukan derajat hadits, dan hal-hal yang tidak bersentuhan langsung dengan amalan wajib maka kewajiban mempelajarinya berlaku secara umum (fardhu kifayah), pembagian kewajiban ini bukan sebagai alasan untuk mencukupkan diri dengan ilmu yang fardhu 'ain dalam menuntutnya, karena ilmu syar'i baik yang fardhu 'ain maupun fardhu kifayah dalam mempelajarinya memiliki keutamaan yang sangat banyak, sehingga merupakan kerugian besar dalam meninggalkannya.
Ibnul Qayyim dalam kitabnya yang berjudul "Miftaahu Daari as-Sa'aadah" menyebutkan sebanyak 129 keutamaan ilmu syar'i dan orang yang memilikinya, diantara keutamaan tersebut adalah :
1. Allah Subhanahu Wa Ta'ala menginginkan kebaikan bagi orang yang berilmu.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
Artinya: “Barangsiapa dikehendaki Allah (mendapat) kebaikan, maka akan dipahamkan ia dalam (masalah) agama.” (HR. Bukhari No. 71 dan Muslim No.1037).
2. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mudahkan baginya jalan menuju surga.
وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ:وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (H.R Muslim)
3. Menjadi pewaris Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam .